Anda pengunjung ke :
47660701
Sejak 26 Nop 2008
 
 

Profil Program Studi S3

Nama Prodi :S3 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
Ketua Prodi: Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si.
Website : http://s3ipa.fkip.uns.ac.id
Email : doctoripa@fkip.uns.ac.id

Pengantar

IPA ditinjau dari perannya merupakan bidang ilmu yang sangat strategis yakni sebagai ilmu dasar yang melandasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga bidang IPA harus senantiasa dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk itu perlu didukung oleh sumber daya pendidikan bidang IPA yang kompeten dan profesional, maka perlu diupayakan pengembangan dan peningkatan mutu sumber daya pendidikan melalui pendidikan lanjutan khususnya melalui Program Doktor (S-3) Pendidikan IPA

Visi

Menjadi pusat pengembangan ilmu dan pembelajaran IPA yang unggul di tingkat internasional pada tahun 2024 dengan berlandaskan pada nilai-nilai pendidikan dan budaya nasional

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran IPA yang berorientasi pada perkembangan IPTEK dan nilai-nilai pendidikan dan budaya nasional.  
  2. Menyelenggarakan pengkajian pendidikan dan pembelajaran IPA melalui penelitian dosen dan mahasiswa.
  3. Menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan dan pembelajaran IPA yang bermanfaat bagi masyarakat.
  4. Menyelenggarakan kerjasama profesional dengan berbagai pihak dalam lingkup nasional maupun internasional.

Fasilitas

  1. Beasiswa BPPDN
  2. Ruang kuliah semua dilengkapi dengan AC , LCD, dan Wifi.
  3. Laboratorium Pusat MIPA, Laboratorium PMIPA, Laboratorium Komputer, Laboratorium Microteaching, dan Laboratorium Bahasa yang lengkap.
  4. Ruang teleconference yang memfasilitasi kuliah online dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.
  5. Perpustakaan dengan koleksi lebih dari 37000 judul buku teks, 27 koleksi jurnal terakreditasi terlanggan, 12 koleksi jurnal internasional terlanggan, gratis akses e-journal dengan koleksi ratusan ribu artikel internasional seperti ebsco, springer, dan lain-lain.
  6. Fasilitas Olahraga meliputi GOR, Stadion, Track lari, Pedestrian khusus pejalan kaki.
  7. Tempat ibadah 5 Agama meliputi Masjid, Gereja, Pura, dan Wihara
  8. Fasilitas Kesehatan berupa Medical Center dan Rumah Sakit,
  9. Fasilitas penunjang kegiatan kemahasiswaan meliputi Auditorium dan Student Center
  10. Bank, ATM Center, Kantor Pos, Kantin, Hotel, Book Store,
  11. Akses wifi disemua sudut kampus, serta masih banyak fasilitas lainnya.

Profil Pengajar

Jumlah Tenaga Pengajar ada 15 orang dengan 10 diantaranya Guru Besar. Bidang Keahlian meliputi Pendidikan IPA, Ilmu Fisika, Ilmu Kimia, Ilmu Biologi. Berasal dari Lulusan dalam dan Luar Negeri (Amerika, Jerman, Australia, Jepang, Malaysia)

Kerjasama

  1. Pasiad Turki, Pembinaan Olimpiade.
  2. Universitas Dili Timor Leste, Mahasiswa Tugas Belajar
  3. DBE-2 USAID USA, Pendampingan Active Learning
  4. Kyoto University Jepang, Kerjasama Penelitian
  5. Indian Institute of Science India, Kerjasama Penelitian
  6. Canal Suez Univeristy Mesir, Kerjasama Penelitian dan pengembangan Sumber Daya Manusia
  7. Jeju National University Korea, Kerjasama Penerbitan Jurnal Ilmiah Internasional Bersama.
  8. SMAN 3 Madiun, SMAN 2 Madiun, SMAN  2 Ngawi, SMAN 1 Tuban, SMAN 2 Tuban, SMAN 1 Wonogiri, SMAN 2 Wonogiri, kerjasama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
  9. SBBS Sragen, Kerjasama pembinaan Olimpiade
  10. SMAN 3 Surakarta, Kerjasama pembinaan Olimpiade.

Lapangan Kerja

  1. Dosen
  2. Praktisi Pendidikan IPA
  3. Peneliti Pendidikan IPA

Alumni

Belum meluluskan

Kompetensi Lulusan

Kompetensi utama yang diharapkan dari para lulusan Doktor Pendidikan IPA meliputi:

  1. Pembentukan Kemampuan Meneliti (65% dari total matakuliah dalam kurikulum)
    • Pembentukan kemampuan meneliti diarahkan pada penguasaan paradigma keilmuan, hakikat pengetahuan ilmiah, sarana berpikir, serta nilai-nilai yang terkait dengan kegiatan keilmuan.
    • Penguasaan paradigma keilmuan diarahkan pada pemahaman tentang prosedur keilmuan dalam memproses pengetahuan ilmiah melalui kegiatan penelitian.
    • Penguasaan tentang hakikat pengetahuan ilmiah diarahkan pada pemahaman tentang teori keilmuan sebagai acuan dalam pemecahan masalah.
    • Kegiatan penelitian diarahkan pada pengembangan semangat eksplorasi dan kreativitas dalam penemuan baru di bidang ilmu dan teknologi.
    • Penguasaan sarana berpikir diarahkan pada kemahiran menggunakan bahasa, logika, IPA, statistika, dan metodologi penelitian dalam kegiatan keilmuan.
    • Kegiatan penelitian menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkait dengan etika akademik yang diharapkan dapat menjadi landasan moral bagi pengembangan kode etik profesi dan kegiatan keilmuan lainnya. Kegiatan penelitian ini berpuncak pada penyusunan disertasi yang tidak menunjukkan hambatan.
  2. Pembentukan Kemampuan Mendidik (kompetensi pedagogik 15% dari total matakuliah dalam kurikulum)
    • Pembentukan kemampuan mendidik diarahkan pada penguasaan teori, strategi, metode, dan teknik pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. 
    • Penguasaan butir tersebut di atas mencakup, baik penerapannya dalam memberikan pelayanan profesi sebagai pendidik maupun penjabarannya dalam mengembangkan substansi material dalam kegiatan penelitian.
    • Khusus untuk pendidikan keilmuan, penguasaan kemampuan mendidik mencakup kemampuan mengoperasikan fungsi pengetahuan ilmiah sebagai acuan dalam mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksikan, dan mengontrol gejala alam melalui kegiatan belajar-mengajar.
    • Operasionalisasi fungsi pengetahuan ilmiah dalam proses belajar mengajar diarahkan pada kemampuan mempergunakan teori keilmuan sebagai acuan pemecahan masalah, membentuk kemampuan penalaran, membentuk kemampuan berpikir antisipatif, dan membentuk persepsi bahwa pengetahuan ilmiah merupakan produk pencarian kebenaran yang dilaksanakan secara dinamis dan bukan sekadar barang jadi yang dikonsumsi secara statis dengan jalan menghafal. Hal ini dilaksanakan dengan membahas perkuliahan dengan kurikulum dan aplikasinya dalam pengajaran di kelas (baik SD, SLTP, SMA, maupun perguruan tinggi).
  3. Pembentukan Kemampuan Keahlian (20% dari total matakuliah dalam kurikulum)
    • Pembentukan kemampuan keahlian diarahkan pada penguasaan berbagai disiplin keilmuan yang diperlukan dalam kinerja profesional dalam bidang keahlian tertentu.
    • Penguasaan disiplin keilmuan ini ditekankan pada fungsinya sebagai acuan dalam pemecahan masalah dan landasan teoretik bagi pengembangan keilmuan selanjutnya.
    • Penguasaan teori keilmuan mencakup kemampuan dalam mengembangkan instrumen untuk observasi atau kegiatan pengukuran.
    • Penguasaan teori keilmuan dalam suatu bidang tertentu diarahkan pada perluasan cakrawala penelitian dan pengembangan yang mungkin dilakukan dalam bidang keilmuan tersebut.
    • Dalam konteks ini, keberhasilan pengajaran suatu mata kuliah ditentukan oleh seberapa jauh materi perkuliahan tersebut memberi kontribusi bagi mahasiswa dalam merumuskan masalah penelitiannya.
    • Penguasaan teori keilmuan diarahkan pada keseimbangan antara kemampuan secara teoretik (technical know how) dan kemampuan secara managerial (managerial know how).
    • Secara keseluruhan pembentukan keahlian dicirikan bukan saja oleh penguasaan pengetahuan teoretis yang sesuai dengan bidang yang ditekuninya, melainkan sekaligus didasari penguasaan paradigma keilmuan yang memungkinkan berfungsinya secara optimal pengetahuan tersebut sebagai acuan berpikir, bersikap, bertindak, baik dalam pemecahan masalah yang dihadapi sesuai dengan keahlian profesional, maupun memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan penelitian, dan pengembangan penguasaan paradigma keilmuan ini diperkuat oleh kemampuan mendidik selaku pendidik profesional, yang memungkinkan ditransfernya pengetahuan secara efektif terhadap pihak lain, melalui kegiatan pengajaran dan bimbingan. Dosen-dosen program studi ada yang dari disiplin ilmu murni IPA dan ada yang dari disiplin pendidikan IPA, sehingga kemampuan keahlian dapat diberikan dengan kendali mutu yang memadai.

Kompetensi pendukung yang bersifat khusus, gayut dengan kompetensi utama yang telah diterangkan di atas. Kompetensi pendukung yang diharapkan dari para lulusan doktor Pendidikan IPA Program Pascasarjana FKIP UNS meliputi: kemampuan menyusun bahan ajar untuk Mata Pelajaran IPA, kemampuan mengembangkan pelatihan pembelajaran inovatif yang relevan untuk Mata Pelajaran IPA, dan kemampuan melaksanakan kaji tindak untuk perbaikan pembelajaran yang relevan dengan Mata Pelajaran IPA.

Kompetensi lain yang telah dirumuskan di Program Studi S3 Pendidikan IPA  FKIP UNS adalah kemampuan dalam melakukan analisis kebijakan pendidikan yang terkait dengan analisis hasil Uji Kompetensi Guru IPA, Pemetaam ketuntasan belajar siswa ditinjau dari hasil UN melalui sajian Topik  Problematika Pembelajaran IPA pada Mata Kuliah Desain Penelitian dan Analisis Data dan kompetensi lain tentang kemapuan analisis soal  olimpiade IPA melalui sajian Mata Kuliah IPA murni.

Prestasi Mahasiswa

Mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan IPA FKIP UNS menunjukkan prestasi diantaranya sebagai pemakalah dalam konferensi/seminar nasional dan internasional di dalam maupun di luar negeri. Jumlah publikasi mahasiswa dalam bentuk artikel jurnal internasional terindeks scopus mencapai 18 artikel. Sedangkan puluhan artikel telah terpublikasi dalam jurnal internasional, jurnal nasional dan prosiding seminar.



Peta Lokasi

 

 


 
13-03-2017 , 11:00:10
Pengunduran Jadwal SPMB PMDK 2017

Selengkapnya >>


22-02-2017 , 11:22:33
Ketentuan Khusus Bagi Peserta SNMPTN yang memilih Program Studi di UNS

Selengkapnya >>


27-01-2017 , 10:56:02
Informasi Penerimaan SPMB Program Vokasi UNS Tahun 2017

Selengkapnya >>


16-01-2017 , 09:51:45
Informasi dan Pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN

Selengkapnya >>


 
Copyright©2008 spmb.uns.ac.id Terima kasih atas kunjungan anda