Anda pengunjung ke :
47657126
Sejak 26 Nop 2008
 
 

Profil Program Studi S1

Nama Prodi :S1 Perencanaan Wilayah Dan Kota
Ketua Prodi: Ir. Soedwiwahjono, M.T.
Website : http://www.pwk.ft.uns.ac.id/
Email : pwk@ft.uns.ac.id

Pengantar

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota meluluskan tenaga perencana (planner atau planolog) dalam kaitannya dengan rencana-rencana perwilayahan dan perkotaan. Lulusan Prodi PWK Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (Prodi PWK FT UNS) memiliki tambahan pengayaan dalam kaitannya dengan rencana-rencana perumahan dan permukiman.

Perencana wilayah dan kota, sebuah profesi yang sangat strategis dalam konteks merencana, merekayasa dan mengendalikan perkembangan lingkungan kehidupan di Indonesia maupun di luar negeri. Sedikit ilustrasi, para perencana wilayah dan kota memiliki kompetensi keahlian dalam menyusun rencana tata ruang wilayah nasional, provinsi, kabupaten dan kota, menyusun rencana-rencana pembangunan jangka panjang, menengah, atau pun tahunan, di samping juga bisa terlibat dalam menyusun rencana-rencana sektoral, misalnya, rencana pengembangan ekonomi wilayah, rencana pengelolaan sumber daya  lingkungan hidup yang berkelanjutan, dan tentu saja rencana-rencana perumahan dan permukiman.

Prodi PWK FT UNS adalah satuan pembelajaran yang diselenggarakan atas suatu kurilkulum dan ditujukan agar bisa menjadi wahana dalam rangka menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan keilmuan perencanaan wilayah dan kota melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Prodi PWK UNS tidak henti-hentinya meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat berdasarkan rencana jangka panjang, menengah, dan tahunan dengan memperhatikan berbagai standar pelayanan sebagai institusi pendidikan. Oleh sebab itu, mahasiswa dan lulusannya saat ini sudah menunjukkan pencapaian yang unggul. Dalam perkembangannya, tahun 2010 dan 2015, Prodi PWK UNS telah terakreditasi oleh BAN-PT dengan peringkat B.

Selain itu, untuk menjaga keberlanjutan peningkatan mutu, di Prodi PWK selalu diadakan penguatan internal dengan pengembangan kurikulum, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Penguatan eksternal antara lain dilakukan dengan memperluas jejaring dan kerja sama. Prodi PWK FT UNS juga sudah masuk dan aktif dalam konsorsium Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) dan Association Planning School Association (APSA).

Visi

Menjadi lembaga mandiri yang dikenal unggul mampu menghasilkan sarjana perencanaan wilayah dan kota dengan kompetensi khusus perencanaan lingkungan perumahan dan permukiman yang terampil berkarya, berakhlak mulia, berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan tanggap terhadap paradigma global dan permasalahan lokal di tahun 2020

Misi

  1. Mengembangkan sistem pembelajaran yang komprehensif dan kompetitif dengan memperhatikan pemangku kepentingan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan rekayasa
  2. Mengembangkan kegiatan penelitian dan kegiatan inovatif yang tanggap terhadap permasalahan yang ada di masyarakat serta untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Meningkatkan peran-serta dalam praktik perencanaan melalui kegiatan pengabdian kepada lingkungan secara tepat-guna

 

Fasilitas

Kegiatan Prodi PWK UNS dilakukan secara terpadu dengan fasilitas yang ada di dalam Prodi dan di berbagai jenjang yang terkait, meliputi:

  • Kampus yang luas, lengkap, dan hijau
  • Ruang kuliah yang memadahi dan sejuk
  • Studio gambar dan studio perencanaan
  • Laboratorium utama: Kota, Wilayah, dan Permukiman; dan laboratorium lainnya: Arsitektur, Struktur dan Konstruksi, Aksesibilitas, Teknologi Bangunan, Multimedia/Komputer, Sipil,  dsb.
  • Perpustakaan dilengkapi dengan jaringan online
  • Ruang seminar dan rapat
  • Sistem administrasi akademik terpadu (SIAKAD)
  • Jaringan internet wireless, LAN, dan Self Access Terminal (SAT)
  • Unit-unit kegiatan mahasiswa (seni, olah raga, keagamaan, dsb).

 

Profil Pengajar

Staf pengajar Prodi PWK UNS selain dosen internal, juga didukung pengajar dari berbagai institusi. Tenaga pengajar dengan kualifikasi S2 dan S3. Tenaga pengajar dari fakultas lain yang dilibatkan antara lain dari FT, FEB, FISIP, FH, Faperta, FKIP Geografi. Selain itu dihadirkan staf pengajar dalam bentuk kuliah tamu dari kalangan praktisi, birokrasi, akademisi, serta LSM/tokoh masyarakat.

Kerjasama

Prodi PWK telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya dengan:

  1. ASPI (Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia) dan APSA (Asian Planning School Association)
  2. Kementerian Perumahan Rakyat Republik Indonesia (sekarang Kementerian PUPR)
  3. Local Governance Support Program (LGSP) USAID
  4. Informal Settlements and Affordable Housing Network (CIB Working Commission W110)
  5. Pemerintah Kota Surakarta dan pemerintah daerah yang lain.
  6. PIPW (Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah) LPPM UNS
  7. Program studi dari beberapa Perguruan tinggi (PWK UNDIP dan P5 UNDIP/Center for Participatory Planning and Services, PWK UGM, PWK ITB, PWK ITS)
  8. Faculty of Built Environment University of Technology Malaysia (UTM)
  9. Sejumlah Konsultan Perencana

Lapangan Kerja

Permasalahan dan persoalan wilayah dan kota serta sektor-sektornya pada saat ini sudah pada tataran yang menunjukkan fenomena kompleks. Oleh sebab itu, gambaran kebutuhan tenaga perencana wilayah dan kota di Indonesia menunjukkan pentingnya dihasilkan tenaga yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup. Lapangan kerja bagi lulusan PWK UNS dengan kompetensi yang dimiliki:

  • Perencana wilayah dan kota/profesional di pemerintah, swasta, dan LSM/masyarakat
  • Akademisi sebagai pengajar, peneliti, dan pengabdi kepada masyarakat

Di bidang pemerintahan, dengan diundangkannya UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU 26/2007 tentang Penataan Ruang membawa perubahan dan revitalisasi pola perencanaan pembangunan di wilayah dan kota, di mana daerah dan kota dituntut untuk merencana dan mengelola pembangunan daerahnya sendiri. Hal ini menunjukkan kebutuhan penyediaan tenaga perencana yang terdidik, terlatih, terampil, dan siap dilibatkan dalam berbagai persoalan pembangunan wilayah dan kota. Pada banyak kejadian, posisi  perencana sering terpaksa  digantikan oleh personel dari bidang ilmu lain karena minimnya tenaga perencana. Berdasarkan data Kemendagri (2013), di Indonesia terdapat 410 kabupaten dan 98 kota yang tersebar di 34 provinsi. Jika setiap kabupaten/kota/provinsi membutuhkan 15 tenaga perencana setiap tahun (data asumsi berdasarkan struktur organisasi pemerintah daerah) maka total kebutuhan akan mencapai 8130 perencana. Dalam struktur pemerintah daerah, potensi lapangan kerja perencana ada pada instansi Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Badan Pertanahan Nasional, Dinas Pekerjaaan Umum, Dinas Tata Kota, DLLAJR, Dinas Pertanian, dan berbagai institusi yang lain.
Di luar pemerintahan, swasta juga merupakan peluang lapangan pekerjaan. Berdasarkan data INKINDO, pada tahun 2007 di Indonesia terdapat lebih dari 6000 konsultan. Konsultan-konsultan tersebut sebagian merupakan  konsultan perencanaan yang merupakan peluang tempat berkarier bagi perencana wilayah dan kota; sementara ini sebagian posisi perencana juga masih ada yang diisi oleh tenaga-tenaga lulusan non perencanaan wilayah dan kota. Di luar konsultan perencanaan, tenaga perencana juga dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Selain itu, peluang pekerjaan lulusan perencanaan wilayah dan kota di kalangan NGO/LSM cukup besar misalnya dalam pendampingan masyarakat. Di bidang akademis, ilmu perencanaan wilayah dan kota yang sedang berkembang bisa menjadi profesi dalam kaitannya dengan pendidikan dan penelitiannya.

Alumni

Sampai dengan akhir tahun 2016, Prodi PWK UNS telah meluluskan lebih dari 175 sarjana S1. Sebagian besar lulusan telah bekerja; ada yang bekerja di berbagai kementerian dan lembaga, di pemerintah kabupaten dan kota, serta banyak lulusan yang juga sudah diterima sebagai pegawai di konsultan perencana. Beberapa lulusan melanjutkan studinya (S2 atau magister) di dalam negeri dan di luar negeri.

Kompetensi Lulusan

Kompetensi Utama

  1. Menguasai ilmu pengetahuan dan penalaran untuk memahami permasalahan perencanaan wilayah dan kota
  2. Terampil menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras dalam menyelesaikan permasalahan perencanaan wilayah dan kota
  3. Mampu bersikap dalam mengembangkan wawasan keilmuan dalam kaitannya dengan perencanaan wilayah dan kota

Kompetensi Pendukung
Dalam kaitannya dengan perencanaan wilayah dan kota:

  1. Memahami pranata pembangunan, hukum dan kelembagaan
  2. Memiliki kepekaan terhadap permasalahan di masyarakat
  3. Memahami karakter masyarakat madani
  4. Bersikap dan berperilaku tanggap, bertanggung-jawab dan progresif
  5. Memiliki etika dalam berprofesi

Kompetensi Khusus

  1. Menguasai dan memahami teori dan permasalahan dalam perencanaan lingkungan perumahan dan permukiman
  2. Terampil menggunakan teknik dan metode dalam mengatasi permasalahan perumahan dan permukiman

 

Prestasi Mahasiswa

  1. Urban Fellowship Program ke-2, Tahun 2008, Nasional, Peringkat 1
  2. Sayembara  Penataan Ruang Tanah Gambut , Tahun 2008, Nasional, Peringkat 3
  3. Sayembara Penataan Ruang Madura,  Tahun 2008, Nasional, Peserta Sayembara
  4. Makalah pada Seminar Nasional ITB, Tahun 2009, Nasional, Pemakalah
  5. Dll

 



Peta Lokasi

 

 


 
13-03-2017 , 11:00:10
Pengunduran Jadwal SPMB PMDK 2017

Selengkapnya >>


22-02-2017 , 11:22:33
Ketentuan Khusus Bagi Peserta SNMPTN yang memilih Program Studi di UNS

Selengkapnya >>


27-01-2017 , 10:56:02
Informasi Penerimaan SPMB Program Vokasi UNS Tahun 2017

Selengkapnya >>


16-01-2017 , 09:51:45
Informasi dan Pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN

Selengkapnya >>


 
Copyright©2008 spmb.uns.ac.id Terima kasih atas kunjungan anda